Skip to main content
Anak Diculik dan Disekap, Attila Syach Duga Pelakunya Bunga Sophia Sang Mantan Istri

Anak Diculik dan Disekap, Attila Syach Duga Pelakunya Bunga Sophia Sang Mantan Istri


Aktor Attila Syach membawa kabar kurang menyenangkan. Kardin, anak keduanya diduga diculik saat sedang asyik berenang di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Saya mendapat laporan dari pengasuh Kardin, kalau putri saya itu diculik beberapa orang yang mengaku oknum salah satu institusi," kata Attila Syach seperti dikutip dari channel YouTube Cumi Cumi, Kamis (14/12/2023).

Peristiwa bermula ketika Kardin sedang berenang di Arya Tirta Splash Sukahati, Bogor, Jakarta Barat, pada 13 Desember 2023, pukul 12.05 WIB. Saat itulah, bocah perempuan itu diculik dua orang laki-laki bertubuh besar dan empat perempuan.

Attila Syach kemudian melaporkan peristiwa penculikan itu ke Polres Kabupaten Bogor. "Rencananya, saya diminta menghadap ke polres Jumat (15/12/2023) depan," tutur aktor 47 tahun tersebut menambahkan.

Selain melaporkan peristiwa penculikan itu, Atilla Syach juga mengaku, mendatangi kediaman mantan istrinya, Bunga Sophia. Sayang, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. 

"Saya tidak bisa ketemu anak. Padahal di rumah (Bunga) ada lawyer. Saya minta surat lawyer-nya tidak dikasih. Anak kan aset bersama, jadi saya punya hak untuk melihat anak. Apakah dia otak di belakang ini? Entahlah, saya tidak tahu," tuturnya lagi.

Attila Syach menambahkan, sejauh ini yang diperbolehkan masuk ke dalam rumah Bunga Sophia hanya Jatir, anaknya sekaligus kakak kandung Kardin.

Sementara dirinya, hanya menunggu di luar rumah. Jatir kemudian mengungkapkan apa yang terjadi di dalam rumah.

"Saya tanya ke Mama, adik di mana? Dia bilang, tidak tahu. Karena penasaran, saya WhatsApp Kardin dan tanya, 'Dek kamu di mana?' Dia bilang di kamar dan ditarik-tarik. Dengar begitu kan saya sebagai abang enggak tega," ujar Jatir.

Attila Syach menegaskan, kehadirannya di rumah sang mantan istri hanya untuk melihat kondisi anaknya. Dia hanya ingin memastikan, anaknya dalam kondisi baik, fisik maupun mental.

"Saya datang ke sini hanya untuk melihat anak saya. Di dalam pagar saja tidak masalah, karena saya ingin tahu kondisi mentalnya. Selama ini, saya cukup membebaskan anak bertemu ibunya," tuturnya.